Pages - Menu

Sunday, 9 September 2018

Fokus Pada Solusi bukan Masalah

Mengajarkan rasa Tanggung Jawab ke Anak-anak

Meminum teh di pagi hari, sudah menjadi kebiasaan keluarga kecil kami. Seperti biasa anak-anak mengambil bagiannya masing-masing untuk ditaruh di bawa lantai, dan duduk melantai bersama-sama menikmati teh hangat. 

" Berhenti, nanti teh nya tumpah". Kataku tak di hiraukan oleh anak-anak yang sibuk bermain.

Tiba-tiba, si adik menendang gelas teh yang ada di depannya.

"Tuh kan, Ibu bilang apa ? Nanti tehnya tumpah". Anak-anak malah saling menyalahkan satu sama lain, dan mulai terdengar suara tangisan dari mereka.

" Berhenti. Masih mau minum teh atau tidak ?
"Mau", jawab mereka.
" kalau mau minum teh lagi, teh yang tumpah ini dibersihkan dulu , kakak ambil kain lap dulu, lalu pel lantainnya. Adik ambil gelas baru lagi ya ?
"Iya", katanya masih dengan isak tangisnya.

Beberapa menit kemudian lantai menjadi bersih kembali, dan minum teh hangat di pagi hari tetap berlanjut.

Selalu ingat dengan kaidah "Fokus pada Solusi bukan masalah". Dalam keluarga kecil kami, kami sudah lama mencoba dan menerapkan hal ini, ketika anak-anak melakukan kesalahan, jangan memarahi mereka, apalagi sampai membentak, hal ini malah akan membuat mereka semakin takut dan belajar berbohong menutupi kesalahannya.

Cobalah untuk menasehati dengan lembut, lalu memberikan solusi dari setiap kesalahan yang dilakukan mau sengaja ataupun tidak sengaja. Hal ini sekalian melatih anak-anak untuk bertanggung jawab atas setiap hal yang dilakukannya, dan pastinya tidak ada kebohongan untuk menutupi kesalahan mereka.

Dan jangan lupa pujian untuk anak-anak kita karena berani memperbaiki kesalahannya.

#gamelevel1
#hari4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#intitutibuprofesional




No comments:

Post a Comment