Katakan Apa yang Kita Inginkan
Selalu ada yang bertanya, bagaimana rasanya punya banyak anak yang masih kecil, pasti repot ya ?
dan selalu dengan jawaban yang sama, saya sangat menikmati peran saya sebagai seorang Ibu saat ini, kalau di tanya repot atau tidak dengan 4 anak kecil, saya lebih merasa kerepotan dengan anak satu di banding dengan 4 anak. Kenapa ? karena punya empat anak itu seru, jadi punya teman untuk bersih-bersih, punya teman makan, punya partner untuk menjaga anak, jadi saya merasa bahagia-bahagia saja memiliki 4 anak.
Terus ada yang bilang, kalau semuanya nangis bersamaan, bagaimana ? Ya saya mencoba untuk menenangkan satu-satu, di mulai dari kakak lalu ke adik-adiknya. sederhana saja, hanya saja lebih ke usaha agar diri tetap waras dengan suara tangisan 4 anak. Jika merasa lelah tarik nafas panjang dan hembuskan lewat mulut, perbarui niat, semua karena Ibadah kepada Allah.
Apalagi setelah beberapa hari ini menjalani tantangan untuk komunikasi produktif ke anak-anak, rasanya semakin bahagia membersamai mereka, mereka jadi lebih tenang dan lebih nurut kata Ibunya.
sangking menikmati perubahan yang terjadi beberapa hari ini, jadi lupa untuk menyetor tugas tantangan. dan mereka jadi lengket terus ke Ibunya.
Berhubung mereka lagi tenang dan terlihat bahagia, saya ajak mereka untuk makan rujak sore ini.
" Ini bumbu rujaknya pedas ya nak, jangan di makan, makan buahnya saja".
tapi karena mereka lihat saya makan bumbu rujaknya, maka mereka pun mencoba, dan saya biarkan saja mereka untuk mencobanya, toh, mereka akan berhenti sendiri kalau memang merasa itu pedis.
Tapi ternyata, mereka malah menyukainya dan terus memakannya. bahkan setelah buahnya habis mereka masih mencolek-colek bumbu rujaknya sampai habis dan piringnya bersih.
Saat bersama makan rujak, Saya selalu mencoba untuk mengatakan apa yang saya inginkan ke mereka.
" Pintar anak Ibu, makannya sama-sama, Ibu mau kakak sama ade' akur terus ya, mainnya sama-sama, belajar sama-sama, makannya sama-sama, pokoknya sama-sama terus ya nak."
mereka diam saja mendengar, dan saya lanjut lagi " Jadi anak pintar yaa, jadi Anak sholeh dan sholehah, terus jadi apa lagi nak ?
si kakak menjawab," jadi anak yang sabar biar di sayang Tuhan."
dan saya tertawa mendengarnya, ini karena saya sering sekali berkata seperti ke mereka.
Selalu berusaha untuk mengatakan apa yang kita inginkan ke anak-anak di saat perasaan mereka bahagia, kegiatan ini akan berdampak baik ke anak-anak, akan tertanam di alam bawah sadarnya, dan tentunya menjadi do'a. InsyaAllah.
#gamelevel1
#day8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional.

No comments:
Post a Comment