Monday, 10 September 2018

Jelas Dalam Memberikan Pujian dan Kritikan

Memberikan Pujian dan kritikan yang jelas pada anak.

Di tulisan blog saya yang kemarin tentang “Fokus pada solusi bukan masalah”, saya menuliskan juga untuk jangan lupa memberikan Pujian kepada anak, sebuah pujian yang jelas sebagai bentuk apresiasi kita terhadap  apa yang anak-anak lakukan, berani dan berusaha melakukan sesuatu, bagaimana pun hasil akhirnya nanti, yang penting anak-anak sudah mencoba. Karena dengan pujian yang sederhana saja, anak-anak merasa di hargai atas usaha yang telah mereka lakukan terlepas bagaimana pun hasilnya, hal ini membuat mereka ingin selalu mencoba tanpa takut gagal, dan pastinya mereka lebih percaya diri.

Seperti yang coba saya lakukan ke anak-anak.

“Wah, ade' Afif hebat siram tanaman, tanamannya jadi subur dan berbunga cantik” sambil menunjukkan bunga yang sudah mekar.

“Iye, Ibu.” Jawabnya dengan senyum bangga.

“Yang ini, kalau siramnya lebih banyak lagi pasti bunganya jadi lebih cantik”. Kritik ku singkat dan jelasa.

Tanpa  menunggu lama,  bunga pun di siram dengan air yang sedikit banyak.

Dan, keesokan harinya tanpa di beri arahan pun, Ia mengerjakan tugas  menyiram tanaman dengan suka cita.

Anak-anak sangat suka dengan pujian, dan tidak suka di kritik, sebagai orang tua, kita yang harus belajar bagaimana memberikan pujian yang jelas, begitu juga dengan kritikan, jangan terlalu berlebihan dalam mengkritik anak, anak-anak akan merasa tidak percaya diri untu semua yang mereka lakukan, mereka akan selalu merasa apa yang dikerjakannya salah. Seperti kritikan saya ke kakak kemarin.

“ Tidak begitu.. itu salah..”. kataku dengan kritikan yang tidak jelas, malah membuat kakak semakin bingung.

“ begini..? Eh.. salah.. begini bu?” sambil sesekali melihat ku, memastikan bahwa yang di kerjakannya sudah benar. Dan hal ini dilakukannya berkali-kali.

Di saat yang dilakukannya sudah benar kakak masih merasa tidak percaya diri, karena di awal tadi saya sudah mengkritik duluan, tanpa menjelaskan apa yang salah dan harus diperbaiki.
Maafkan Ibu nak, Ibu khilaf.. 

Saya dekati kakak, “ yang harus di perbaiki yang ini ya nak, yang lainnya sudah bagus”. Sambil mengangkat 2 jempol. Dan kakak pun tersenyum lebar.

“Kakak hebat, sudah berani mencoba walaupun tadi ada yang salah, tapi sudah diperbaiki, Karena sudah berani mencoba kakak dapat hadiah cuci piring”.

“Iye, horee..” teriaknya bahagia.

Anak saya yang pertama ini suka cuci piring, jadi bahagia sekali dapat hadiah cuci piring.hehe

Lebih ke main sabun cuci piringnya saja sih, cuci piringnya bisa sampai berjam-jam baru selesai, tak apalah yang penting anak bahagia.

#gamelevel1
#Hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional




0 comments:

Post a Comment