Hari ke lima melatih kemandirian anak, biasanya anak-anak sibuk dengan tugasnya masing-masing di pagi hari, Kakak Salsa Menyapu dan Mencuci piring, Afif menyiram tanaman dan memungut sampah, Aisyah memasukkan mainan ke dalam keranjang khusus tempat mainan.
tapi pagi ini Afif tidak mengerjakan tugasnya, dan hanya duduk di kursi kecil miliknya dan bermalas-malasan. Dan saya seperti biasanya hanya mengingatkan.
" Afif siram bunga ki nak ".
" Jangan mi Ibu, capek ka." katanya.
" Capek kenapa ki nak ?" tanyaku.
dan ia hanya terdiam.
" Jadi siapa nanti mau siram bunga dan pungut sampah ?"
" Kakak Salsa pi Ibu". Katanya merengek
dan akhirnya kakak salsa yang menyiram tanaman dan memungut sampah, walaupun di awali dengan sedikit drama karena merasa tak adil harus mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab Adiknya Afif. Tapi pada akhirnya ia mau mengambil alih tugas adiknya dan ternyata afif juga ikut membantu kakaknya.
oke, hari ini mereka kompak dan akur, mau saling tolong menolong.
"Anak pintaaarrrr...". Kataku membuat mereka tersenyum.
"Begitu bagus nak, saling membantu. Siram bunganya sama-sama, dan pungut sampahnya juga sama-sama."
dan mereka tersenyum bangga.
Hanya dengan sedikit apresiasi maka anak-anak akan merasa dihargai atas apa yang mereka lakukan.
hargai saja proses karena mereka mau mencoba, sekalipun hasilnya terkadang berbeda dengan yang kita harapkan, namanya juga anak-anak.
Selalu di tanya, kenapa anak-anak sudah mengerjakan pekerjaan rumah ? kan mereka mengerjakannya asal-asalan, tidak bersih, dan lain-lain.
Dan saya selalu menjawab, Saya tidak pernah menyuruh anak-anak saya untuk mau melakukan semua pekerjaan rumah, anak-anak saya yang mau. melihat saya melipat pakaian, mereka juga ikut melipat pakaian. melihat saya cuci piring mereka juga minta agar di izinkan cuci piring, dan masih banyak pekerjaan lainnya yang mereka kerjakan.
Dan saya tidak pernah melarang mereka untuk mencoba membantu saya.
sebagai orang tua yang juga pernah menjadi anak, pasti tahu kan rasanya, di saat kita bermaksud membantu orang tua, kita malah di marahi dan dianggap mengganggu pekerjaan orang tua. KECEWA.
Dan hal ini membuat kita tak ingin lagi mencoba membantu karena merasa tak di hargai.
Seperti Pagi tadi, Kakak salsa meminta untuk membantu saya mencuci pakaian, dari memasukkan ke mesin cuci sampai membilas pakaian, dan seperti biasanya kedua adiknya juga mau ikut. Oke, kita mencuci ramai-ramai, kebetulan belum ada yang mandi.
Dan inilah nikmatnya punya banyak anak, rumah selalu ramai. hehe
Dan Anak ke empat saya, yang berusia 3 bulan, masih tertidur dengan nyenyak. Sudah biasa dengan suara gaduh.
Dan Mencuci pakaian akan menjadi Pelatihan kemandirian kakak berikutnya.
Hari ini lupa ambil foto saat mencuci, ini karena serius mencuci dan bahagia bersama mereka, foto saat kakak salsa memungut sampah saja yang ada.
#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional


0 comments:
Post a Comment