Tuesday, 4 December 2018

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 6



Kegiatan : Murojaah hafalan

Gaya belajar :

  1. Visual : -
  2.  Auditori : Murojaah bersama dengan suara nyaring.
  3. Kinestik : Murojaah sambil berjalan mondar mandir.
Gaya belajar yang dominan adalah auditori dan kinestik.



#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 5


Kegiatan : Menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW.

Gaya Belajar :
1. Visual : -
2. Auditori : Mendengarkan kisah Nabi Muhammad SAW
3. : Kinestik : -

Untuk kegiatan kali ini, kakak salsa menceritakan kisah nabi muhammad SAW, tapi sebelumnya kakak salsa mendengarkan kisahnya dari saya, lalu kakak salsa menceritakannya kembali. Kali ini yang paling dominan adalah auditori.


#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 4


Kegiatan : Belajar Membaca

Gaya belajar :
  • Visual : Belajar dengan cara mewarnai sebuah kata, misalnya kata BO-LA 
  •  Auditori : -
  •  Kinestik : -
Kegiatan kali ini belajar membaca, dan gaya belajar yang paling dominan adalah visual, jujur untuk belajar membaca, saya masih kesulitan mengajari kakak salsa, kakak salsa seperti kesulitan mengingat setiap huruf dan sering mengeluh pusing jika belajar membaca.


#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 3


Kegiatan : Belajar penjumlahan

Gaya belajar :

  • Visual : belajar menjumlahkan menggunakan gambar.
  • Auditori : menghitung dengan suara keras
  • Kinestik : Menggunakan gerakan tangan sewaktu berhitung/menghitung dengan jari
Dalam kegiatan ini gaya belajar yang paling menonjol adalah audio dan kinestik.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP


Friday, 30 November 2018

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 2

Hari ke_2 mengamati gaya belajar anak.



Kegiatan :
Menghafal surah An-Naba

Gaya belajar :
  1. Visual : -
  2. Auditori : Mendengarkan saya mengaji lalu mengikutinya.
  3. Kinestik : menghafal dengan berjalan dan bergerak terus tak bisa diam dan duduk dengan tenang.
Kesimpulan gaya belajar yang paling menonjol : Auditori dan kinestik.

#Harike2
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Mengamati Gaya Belajar Anak _ Day 1

Di tantangan ke _4 kali ini Adalah mengamati gaya belajar anak. Tantangan kali ini saya fokuskan ke anak pertama saya.

Seperti yang kita ketahui, bahwa ada tiga macam gaya belajar anak, yaitu :
1. Auditory
2. Visual
3. Kinestetik

Dan berikut hasil pengamatan gaya belajar dari anak saya :


Kegiatan :

- Belajar Wudhu :
  1. Visual : Melihat gambar tata cara wudhu yang benar.
  2. Auditori : Mendengarkan saat di jelaskan,dan tertarik ingin terus berdiskusi.
  3. Kinestik : praktek langsung berwudhu.
Dan kesimpulan saya gaya belajar yang paling menonjol adalah :
Auditori dan Kinestik.

#harike1
#Tantangan10hari
#Gamelevel4
#GayabelajarAnak
#KuliahbunsayIIP


Thursday, 22 November 2018

Aliran Rasa _ Meningkatkan kecerdasan anak

Bukan hal yang mudah meningkatkan kecerdasan anak, terutama beberapa hari ini saya fokus ke masalah tata krama.

Semuanya butuh kesabaran dan harus tega. Disaat mulai mengajarkan anak tentang tata krama, selalu ada banyak hal yang membutuhkan kesabaran.

Suara tangisan dan rengekan anak-anak terkadang harus saya biarkan, agar anak-anak bisa mengerti bahwa semua ada aturannya.

Digame level 3 ini, anak-anak saya banyak belajar, belajar bersabar dan belajar mengelola rasa kecewa.

Saturday, 17 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak_ Day 10

Di hari terakhir tantangan 10 hari ini, Anak-anak semakin bertambah banyak kemajuannya, dalam hal tata krama. Salah satu kunci mengajarkan anak-anak kita harus sabar, tegas, harus tega ke anak-anak, dan tentunya harus diajarkan terus menerus. Serta berikan contoh yang baik ke anak-anak.

Dan semoga apa yang kita ajarkan ke anak-anak bisa mereka terapkan jika berada di luar rumah.

#day10
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam

Meningkatkan kecerdasan anak _ day 9

Hari kesembilan masih tentang mengajarkan tata krama ke anak-anak. Sudah ada kemajuan yang terlihat, misalnya anak-anak sudah bisa meminta izin jika ingin menggunakan barang milik orang lain, meminta maaf, mengucapkan terimakasih, mengucapkan salam, mau berbagi, dan lain-lain.

Tapi ada beberapa hal yang susah mereka perbaiki, yaitu mereka terkadang kurang sabar jika di suruh antri, dan tidak menyela pembicaraan orang.

Seperti tadi contohnya anak-anak berebutan ingin di dengar dan berbicara duluan, si kakak bicara, dua adiknya pun ikut berbicara juga. Saya jadi bingung dan pusing mendengar suara mereka berantem

" Sabar ya nak, bicara satu- satu biar Ibu bisa dengar ceritanya, dari kakak salsa dulu ya ceritanya. Sabar ya, orang sabar di sayang Allah.".

Dan akhirnya mereka pun mulai belajar antri lagi.

#day9
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam

Friday, 16 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ day 8

Bukan hal yang mudah mengajarkan beberapa tata krama, butuh waktu yang tidak singkat dan juga harus konsisten serta harus tegas ke anak. Tegas bukan berarti yang harus membentak dan mencubit.
Tegas  dalam setiap peraturan yang telah di buat.
Seperti kejadian hari ini, adik afif marah karena spidolnya di pakai kakak salsa tanpa izin. Adik afif menangis dan marah.
Awalnya saya biarkan, tapi karena tak ada tanda-tanda untuk adik afifafif berh marah maka saya pun mendekati mereka.

Ibu : Adik Afif kenapa marah-marah ?
Afif : Spidolku di pakai kakak salsa

Lalu saya panggil kakak salsa, dan berkata, Itu spidol siapa ? Kenapa tidak minta izin sama orangnya dulu?
Kakak salsa hanya diam, mungkin sadar akan kesalahannya.

Mau minta maaf sama adik afif ? Tanyaku ke kakak salsa. Tanpa jawaban kakak salsa lalu mendekati adiknya dan berkata "Sudah menangisnya", lalu mengulurkan tangannya untuk salaman, artinya kakak salsa minta maaf. Dan akhirnya adik afif pun mau salaman dan mencium tangan kakaknya.

Sudah menjadi peraturan di rumah untuk tidak menggunakan milik orang lain tanpa seizin yang punya, begitupun jika di luar rumah.

#day8
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam


Tuesday, 13 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 7

Seperti hari-hari sebelumnya, anak-anak sibuk bermain, main jual-jualan, main dokter-dokteran dan lain-lain.
Dan saya seperti biasanya duduk menemani mereka bermain sebelum lanjut ke pekerjaan rumah lainnya.

Setelah beberapa menit bermain bersama mereka, saya mengajak kakak salsa ngobrol.

Ibu : Ini putri sofiyah ya ?
Salsa : Iya, yang ini putri sofiyah bu.
I : kakak salsa suka sama putri sofiya ?
S : iya bu, saya suka 
I : kenapa ?
S : hmmm.. karena cantik".
I : Ibu juga suka seorang putri.
S : siapa Ibu ?
I : namanya Khadijah, istri rasulullah.
S : Khadijah cantik ya bu ? Liat dimana ?
I : Cantik, Ibu baca dibuku nak, mau dengar ceritanya ?
S : Mauuuu...

Dan akhirnya ceritapun berlanjut, sampai-sampai kakak salsa nangis ingin terus mendengar cerita dan merengek minta dibelikan buku khadijah binti khuwailid istri rasulullah.

Akhirnya yang saya inginkan terpenuhi, membuat kakak salsa tertarik dengan kisah istri rasulullah.

Salah satu tips saya dalam mendidik anak-anak, sering-sering ngobrol dengan anak, ngobrol santai, bicarakan apa saja yang membuat anak-anak tertarik. Karena anak-anak akan merasa nyaman.

#day7
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam




Monday, 12 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 6

Hari ini anak-anak mewarnai buku bergambar masing-masing, dan juga menggunakan pensil warna masing-masing. Alhamdulillah anak-anak saya semuanya suka mewarnai.

Tapi saat sibuk-sibuknya mereka mewarnai, tiba-tiba adik aisyah anak ketiga saya, mengambil pensil warna punya kakaknya, dan akhirnya berantemlah mereka karena memperebutkan pensil. Awalnya saya biarkan mereka berantem sambil memperhatikan mereka. Tapi karena berantemnya berlanjut lanjut, saya dekati keduanya.

Saya tanya ke mereka, kenapa ?
Mereka malah tidak peduli dengan ucapan saya. Lalu saya panggil adik aisyah, dan mengambil pensil warna yang di perebutkan tadi.

Ini pensil warna punya siapa ? Kataku
Punyaku itu ibu", kata kakak salsa.

Terus saya jelaskan ke mereka, " harus selalu meminta izin jika ingin menggunakan barang orang lain. Ok.

Lalu sy ajarkan ade' aisyah meminta izin ke kakaknya.
" kakak, ade pinjam pensil warna yang ini ya ". 

Ingat, harus minta izin dulu ya jika ingin menggunakan barang orang lain, walaupun itu punya Ibu, Ayah, Kakak dan Adik.

Iye", kata mereka kompak.


#day6
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam

Sunday, 11 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 5


Dua hari ini, dari pukul 8 pagi - 6 sore saya tidak bersama anak - anak karena fokus mengikuti seminar parenting abah ihsan selama dua hari.

Tapi setelah sholat maghrib saya tetap menemani anak-anak bermain dan belajar. Seperti biasanya anak-anak suka bermain peran, kali bermain dokter-dokteran. 

Cara bermainnya kakak menjadi dokter dan saya beserta adik-adiknya menjadi pasien. Dimulai dari saya pura-pura sakit, dan ingin memeriksakan diri ke dokter, disini saya ajarkan anak-anak cara bertamu, dari mengetuk pintu dan memberi salam, dan masuk jika sudah dipersilahkan masuk. Dan setelah memeriksan diri ke dokter tidak lupa mengucapkan terimakasih karena dokter sudah mengobati kita.

Sampai hari ini saya masih fokus mengajarkan anak-anak tata krama yang baik. 

#day5
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam


Thursday, 8 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ day 4

Hari ini sudah dari ke tujuh tantangan 10 hari tentang mencerdaskan anak, tapi baru bisa menyetor tulisan hari ke 4, di karenakan tidak bisa memegang hp kelamaan di waktu siang alasannya ya karena anak-anak, dan saat malam sering ikut ketiduran.

Untuk hari 1 - hari 7 tantangan di game level 3 ini,  masih dengan tema bermain sambil belajar. Dalam 7 hari ini fokus mengajarkan tata krama ke anak lewat bermain.

Contoh Tata krama yang saya ajarkan ke anak-anak :

  1.  Memberi salam
  2. Mengucapkan kata Tolong, saat ingin meminta bantuan.
  3. Mengucapkan terimakasih
  4. Meminta Izin jika ingin menggunakan barang orang lain.
  5. Mau berbagi
  6. Bersabar menunggu giliran (antri)
  7. Meminta Maaf ketika salah.
  8. Tidak menyela pembicaraan orang lain

Permainannya bisa bermacam-macam tapi saya lebih sering ke bermain peran. Anak-anak suka kalau bermain peran, jadi koki, dokter, polisi, dan profesi lainnya.

Intinya setiap permainan yang di mainkan, bisa menambah kecerdasan anak jika kita selaku orang tua mau menemani, mengarahkan, dan mejelaskan.

Tantangan terberatnya saat saya merasa lelah dan anak-anak masih ingin di temani bermain.

#day4
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam



Tuesday, 6 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 3

Seperti biasa saya menemani anak-anak bermain, walaupun banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan, saya tetap harus menomor satukan anak-anak .

Permainan apa yang dimainkan, biasanya harus disiapkan konsepnya dimalam hari, tentang permainan apa yang ingin dilakukan, apa yang harus disiapkan, dan yang paling penting tujuan dari permainan tersebut .

Dan sejak kemarin saya selalu mengajak anak-anak untuk bermain peran. Setelah kemarin sibuk bermain jual-jualan, dan alhamdulillah tujuan dari permainan terpenuhi. 

Sekarang anak-anak saya ajarkan untuk saling berbagi, menggunakan kata tolong dan berterima kasih. 

Cara bermain sambil belajar :

  1.  Pensil warna yang ada 24 warna, saya bagi 3, karena anak saya ada tiga, sesuai jumlah anak .
  2. Setelah di bagi tiga, masukkan ke gelas plastik lalu tulis masing masing nama anak
  3. Lalu ajak anak untuk mewarnai gambar menggunakan pensil warna masing-masing. 
  4. Jika warna yang ingin di gunakan tak ada dalam gelas masing-masig ,maka saya ajarkan cara untuk meminjam dan tentunya juga mengajari agar mau berbagi .
  5. Setelah mewarnai, waktunya menggunting gambar yang telah diwarnai tadi, menggunting sesuai pola gambar. 
  6. Setelah itu ditempelkan ke dinding. Karena anak ketiga saya belum bisa menggunting dengan baik, saya ajarkan untuk minta tolong ke kakaknya. Jadi mereka saya ajarkan untuk saling membantu dengan tidak lupa menggunakan kata tolong dan terimahkasih .
#day3
#Tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam



Sunday, 4 November 2018

Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 2

Beberapa hari ini anak-anak kesenangan bermain jualan, merka belajar apa dan bagaimana itu antri dan bersabar  menebak warna  dan juga mengenal nilai mata uang. 

Berhubung hari ini libur ,saya ajak mereka untuk jalan-jalan ke tempat pelelangan ikan (TPI), sekalian bercerita ke mereka tentang ciptaan Allah dan mengenal ciptaan Allah .

Sepanjang perjalanan mereka selalu bertanya  "Ibu, itu apa ?

"Oh itu, gunung nak ,itu laut, itu ikan" ,dan banyak hal lainnya lagi  
"Semua ciptaan Allah SWT".

Dan mereka hanya diam mendengarkan. Semoga mereka paham bahwa semua yang di dunia ini adalah milik Allah. 

Saat anak-anak meminta suatu hal pun dan kami selaku orangtua belum sanggup untuk memenuhi keinginan mereka, kami selalu mengatakan "Sabar ya nak, jangan lupa berdo'a minta sama Allah" .
Hal seperti ini setidaknya bisa jadi pelajaran untuk anak-anak untuk menggantungkan harapan hanya pada Allah SWT bukan orangtuanya .

#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam

Friday, 2 November 2018

Meningkatkan kecerdasan _ Day 1


Meningkatkan kecerdasan anak _ Day 1

Tantangan game level 3 di kelas bunda sayang batch #4 kali ini tentang meningkatkan kecerdasan pada anak. Ada banyak sekali hal yang ingin saya ajarkan ke anak-anak. Tapi dengan anak 4 yang masih balita, rasanya tidak mungkin jika saya hanya fokus pada satu anak. Mereka semua butuh perhatian. Jadi pelatihan meningkatkan kecerdasaan ini saya fokuskan ke semua anak saya. 

Cara meningkatkan kecerdasan anak bagaimana?  Dengan bermain. 

Hari ini anak-anak bermain jual-jualan memakai mainan lego dan uang mainan. 

1. Saya kelompok kan mainan lego berdasarkan warnanya, ada link, biru, kuning, ungu, hijau, dan jingga.  Ceritanya lagi jual kue warna warni .

2. Anak-anak yang berbelanja menggunakan uang mainan dan saya yang menjual.

Yang bisa kita pelajari dari permainan ini: 

1. Untuk anak pertama (5, 5 tahun) saya fokuskan agar bisa mengenal nilai mata uang, mengajarkan anak apa itu antri, dan sabar. 

2. Untuk anak kedua (3, 5 tahun) saya fokuskan sabar dan antri. 

3. Untuk anak ketiga (2, 5 tahun) saya fokuskan kan mengenal warna dan menghitung,  belajar untuk antri dan sabar. 

Caranya: anak-anak harus antri dengan urutan anak ketiga saya yang di depan, lalu anak pertama, lalu anak kedua saya. Sengaja anak kedua saya yang di belakang karena anak kedua saya ini tipe anak yang tidak sabaran, dan selalu ingin di dahulukan. 

Anak-anak memesan kue dengan cara menyebutkan warna kue. “ Bu, saya pesan kue kuning dua “. 

“harganya 2000 ya “. Dan anak-anak membayar dengan uang mainan. 

Dengan cara seperti ini anak-anak jadi bahagia karena mereka enjoy dan suka. 

#kuliahbundasayang
#gamelevel3
#familyproject
#MyfamilyMyTeam


Thursday, 25 October 2018

Aliran Rasa _ Melatih kemandirian anak

Setelah beberapa hari  ini melatih kemandiriana anak, rasanya campur aduk, harus ekstra sabar mengahadapi 4 anak yang berbeda usia, yang keempat nya sedang di tahap perkembangan yang berbeda-beda. dan tentu saja diperlakukan secara berbeda-beda.

Melatih kemandirian anak sebenarnya sudah saya lakukan dari anak-anak masih kecil, walaupun banyak komentar yang kurang menyenangkan, katanya saya seorang Ibu yang cuek dan kurang perhatian ke anak-anak. Padahal saya hanya berniat melatih anak-anak agar bisa mandiri. Setidaknya anak-anak tidak bergantung terus ke orang tuanya.

Dalam melatih kemandirian anak sangat di butuhkan komitmen dan konsistensi, serta kesiapan anak-anak juga. Dampingi anak-anak, arahkan bagaimana caranya, dan terus ulangi prosesnya agar anak terbiasa. dan jangan lupa berikan mereka pujian, sebagai bentuk penghargaan karena mereka mau mencoba, walaupun  hasil akhirnya tidak sesuai keinginan kita, setidaknya dengan pujian bisa membuat merasa dihargai dan ana-anak akan merasa percaya diri.

#Aliranrasa
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional




Saturday, 20 October 2018

Melatih Kemandirian Anak _ Day 10

Di hari ke 10 melatih kemandirian anak, Kakak salsa sudah banyak kemajuan, tanpa disuruh pun sudah mau mengerjakan tugasnya. Saat saya mulai terlihat sibuk, maka kakak salsa juga sibuk dengan tugasnya dan alhamdulillah adik-adiknya pun ikut sibuk mengerjakan apa yang mereka bisa lakukan. Yang pastinya di rumah tidak saingan kita, yaitu TV dan Gadget.
Karena kalau sudah ada TV maka perhatian anak-anak akan terbagi.

Bahagia itu bisa bersama anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah. Hehe
Dari Membersihkan rumah, memungut sampah, menyiram tanaman,  mencuci piring,memasukkan pakaian dimesin cuci, dan melipat pakaian, Alhamdulillah semuanya anak-anak yang mengerjakan.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional


Friday, 19 October 2018

Melatih Kemandirian Anak _ Day 9

Di pelatihan kemandirian hari ke 9 ini, Kakak Salsa kurang bersemangat mengerjakan tugas-tugasnya  membersihkan meja makan dan mencuci piring. Saat di ingatkan untuk cuci piring, kakak salsa malah cuek dan asyik bermain. Ya sudahlah, saya biarkan, mungkin cuci piringnya nanti, kalau  sudah selesai bermain.  

Begitupun untuk tugas dan latihan kemandirian yang lain, dari pagi hingga siang ini, wajah kakak salsa cemberut. 

Saya coba mendekatinya dan bermain dengannya, dan menanyakan apa yang menjadi beban di hatinya. Dan ternyata penyebabnya adalah Ayah lupa membawakan buku perpustakaan kemarin, dan rasa kecewanya terbawa sampai hari ini. Saya coba menjelaskan bahwa kemarin perpustakaan sudah tutup, jadi tidak bisa pinjam buku, besok baru bisa lagi pinjam buku yang bagus.

Setelah menjelaskan dengan singkat, kakak salsa masih saja cuek dan mulai terlihat ingin menangis. Saya coba merangkulnya.

" Ya, Sudah biar Ibu sama ade Afif dan Aisyah yang beres-beres rumah hari ini".

Lalu saya pun mulai sibuk beres-beres rumah, saya mulai dari mencuci pakaian di kamar mandi. Ternyata setelah saya keluar dari kamar mandi, terlihat kakak salsa yang ternyata sibuk membersihkan meja dan memindahkan piring kotor.

Tidak perlu teriakan dan bentakan agar anak menjadi anak yang penurut, cukup dengan memberikan contoh yang baik.

#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional





Tuesday, 16 October 2018

Melatih Kemandirian Anak_Day 8

Baru bisa menyetor tugas setelah beberapa hari ini kurang sehat, jadi beberapa hari ini kurang fokus ke anak-anak. Tapi Alhamdulillah, karena anak-anak  sudah bisa mengerjakan beberapa hal sendiri,  seperti mandi, sikat gigi sendiri, berpakaian sendiri, makan sendiri, merapikan mainan, dan membersihkan rumah , jadi saya bisa cukup beristirahat. Anak-anak juga sangat membantu saya dalam mengurus adik bayi yang masih berusia 3 bulan. Membantu mengambilkan baju, popok, dll.

Bahagia melihat mereka bisa melakukan sendiri, dan terkadang mereka saling tolong menolong mengerjakan sesuatu, jadi pengen nangis melihat mereka yang berusaha melakukan semuanya tanpa campur tangan ibunya. ada rasa bangga, terharu, dan sedih melihat mereka.

Untuk pelatihan kemandirian kakak, Alhamdulillah kakak salsa mengerjakan seperti yang sudah di ajarkan, dari mencuci piring, menyikat lantai kamar mandi dan mencuci pakaian di mesin cuci, walaupun terkadang masih dengan arahan saya atau Ayahnya.

semoga kedepannya tanpa harus diingatkan lagi, kakak salsa mau mengerjakan tugas yang menjadi kesepakatan bersama, terkadang kakak salsa suka lupa waktu kalau sudah bermain.

hari ini tak sempat foto kegiatan anak-anak, mulai sibuk dengan mereka, jadi terkadang suka lupa.

#Harike8
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional






Wednesday, 10 October 2018

Melatih Kemandirian Anak_Day 7

Hari ini karena sakit maag saya kambuh, jadi dari pagi tadi saya hanya berbaring, susah berdiri tegak karena perut akan semakin sakit. jadi pagi ini, suami yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan.
dan anak-anak seperti biasanya, mengerjakan tugas masing-masing, mungkin karena saya tidak beraktivitas seperti biasanya, mereka jadi kurang semangat juga mengerjakan tugas.

Karena Suami harus kerja dan sakit perut saya kambuh, hari ini anak-anak melakukan segalanya sendiri, tanpa ada arahan dari saya lagi. Tapi mereka selalu masuk ke kamar dan meminta Izin saat ingin melakukan sesuatu. Contohnya:

" Ibu, Mau ka siram bunga."
" Ibu, Mau ka cuci piring."
" Ibu, Mau ka menyapu."
" Ibu, Mau ka makan."
" Ibu, Mua ka Minum ".
" Ibu, Mau ka Mandi"
" Ibu, Mau ka Mecuci pakaian".
" Ibu, Mau ka bongkar mainan." dll

Dan semua saya jawab " Iyeee, naakkk".

Kecuali yang mencuci pakaian, saya setuju kakak salsa mencuci pakaian tapi hari ini hanya sebatas memasukkan cucian kotor ke dalam mesin cuci.

Semua pekerjaan di atas mereka lakukan sendiri, bukan karena mereka sudah benar-benar bisa melakukan semuanya dengan benar, tapi karena mereka sudah tahu caranya, mau mencoba tanpa takut untuk salah, dan pastinya dukungan dari orang tua.

Contohnya, saat berpakaian tadi, seperti biasanya kakak salsa memakaikan baju ke adiknya aisyah, dan baju yang di pakaikan merupakan pilihan adik aisyah sendiri, walaupun tidak nyambung bagian atas dan bawah. tak mengapa yang penting tetap menutup aurat. hehe..

Sedangkan adik afif, sudah bisa memakai pakaian sendiri, tapi terkadang bajunya terbalik, yang seharusnya di depan malah ke belakang.

" Pintar mi tawwa afif pakai baju." Kataku

dan ia pun senyum lebar, bahagia karena dipuji.

" Tapi terbalik kayaknya itu baju ta nak, Yang di depan yang ini." Sambil menunjukkan bagian belakang baju.

" Biarkan mi Ibu, bagus begini."

Dan saya pun mengalah, selalu berusaha untuk menghargai setiap kebaikan yang dilakukan anak-anak, menghargai setiap prosesnya, dan menghargai apapun hasilnya.

Hari ini saya hanya berbaring dan duduk, tak bisa berdiri lama-lama karena perut bagian atas terasa seperti tertusuk-tusuk, hanya bangun saat mau membuatkan susu dan memandikan anak ke empat saya yang masih berusia 3 bulan.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional






Melatih Kemandirian Anak_Day 6

Seperti biasa, Ibu rumah tangga selalu sibuk di pagi hari, Menyiapkan sarapan, mengurus anak dan suami, dan beres-beres rumah.
Alhamdulillah, di saat saya mulai sibuk dengan aktivitas bersih-bersih, anak-anak juga ikut-ikutan ingin melakukan pekerjaan rumah tanpa harus di suruh lagi. mereka sibuk mengerjakan tugas masing-masing.
sangat membantu sekali, pekerjaan rumah jadi lebih cepat selesai.

Di pagi hari kakak salsa sudah sibuk dengan cucian piring kotor, dan saat kakak salsa cuci piring, adik-adiknya sibuk juga tugasnya ada yang menyiram tanaman dan memungut sampah, dan ada juga sibuk membereskan mainan. Jadi tidak ada lagi merasa terganggu di antara mereka, karena sibuk dengan tugas masing-masing.

setelah mengerjakan tugas masing-masing, waktunya anak-anak mandi. dan seperti pelatihan kemandirian hari ke 3, sebelum mandi sebaiknya menyikat lantai kamar mandi. Awalnya ini pelatihan kemandirian untuk kakak salsa, tapi pada akhirnya menyikat lantai kamar mandi menjadi pelatihan kemandirian untuk semuanya. Karena di rumah hanya ada satu sikat untuk menyikat lantai, maka seperti biasa, kegaduhan pun terjadi.

beberapa menit kemudian mereka berdamai, butuh kesabaran ekstra untuk mendamaikan mereka. Dan saya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Alhamdulillah... :)

dan kegaduhan terjadi lagi saat pelatihan kemandirian untuk kakak salsa yaitu mencuci pakaian, akhirnya kita berbagi tugas lagi, adik afif dan aisyah bertugas memisahkan pakaian yang berukuran besar yaitu pakaian ayah dan ibu, dan pakaian yang berukuran kecil (pakaian mereka berempat), jadi cucinya pisah.

dan kakak salsa tugasnya, memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci dan belajar cara menggunakan mesin cuci. dan tugas membilas menjadi tugas saya.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional






Monday, 8 October 2018

Melatih Kemandirian anak _ Day 5

Hari ke lima melatih kemandirian anak, biasanya anak-anak sibuk dengan tugasnya masing-masing di pagi hari, Kakak Salsa Menyapu dan Mencuci piring, Afif menyiram tanaman dan memungut sampah,  Aisyah memasukkan mainan ke dalam keranjang khusus tempat mainan.
tapi pagi ini Afif tidak mengerjakan tugasnya, dan hanya duduk di kursi kecil miliknya dan bermalas-malasan. Dan saya seperti biasanya hanya mengingatkan.

" Afif siram bunga ki nak ".

" Jangan mi Ibu, capek ka." katanya.

" Capek kenapa ki nak ?" tanyaku.

dan ia hanya terdiam.

" Jadi siapa nanti mau siram bunga dan pungut sampah ?"

" Kakak Salsa pi Ibu". Katanya merengek

dan akhirnya kakak salsa yang menyiram tanaman dan memungut sampah, walaupun di awali dengan sedikit drama karena merasa tak adil harus mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab Adiknya Afif. Tapi pada akhirnya ia mau mengambil alih tugas adiknya dan ternyata afif juga ikut membantu kakaknya.
oke, hari ini mereka kompak dan akur, mau saling tolong menolong.

"Anak pintaaarrrr...". Kataku membuat mereka tersenyum.

"Begitu bagus nak, saling membantu. Siram bunganya sama-sama, dan pungut sampahnya juga sama-sama."

dan mereka tersenyum bangga.

Hanya dengan sedikit apresiasi maka anak-anak akan merasa dihargai atas apa yang mereka lakukan.
hargai saja proses karena mereka mau mencoba, sekalipun hasilnya terkadang berbeda dengan yang kita harapkan, namanya juga anak-anak.

Selalu di tanya, kenapa anak-anak sudah mengerjakan pekerjaan rumah ? kan mereka mengerjakannya asal-asalan, tidak bersih, dan lain-lain.

Dan saya selalu menjawab, Saya tidak pernah menyuruh anak-anak saya untuk mau melakukan semua pekerjaan rumah, anak-anak saya yang mau. melihat saya melipat pakaian, mereka juga ikut melipat pakaian. melihat saya cuci piring mereka juga minta agar di izinkan cuci piring, dan masih banyak pekerjaan lainnya yang mereka kerjakan.

Dan saya tidak pernah melarang mereka untuk mencoba membantu saya.
sebagai orang tua yang juga pernah menjadi anak, pasti tahu kan rasanya, di saat kita bermaksud membantu orang tua, kita malah di marahi dan dianggap mengganggu pekerjaan orang tua. KECEWA.
Dan hal ini membuat kita tak ingin lagi mencoba membantu karena merasa tak di hargai.

Seperti Pagi tadi, Kakak salsa meminta untuk membantu saya mencuci pakaian, dari memasukkan ke mesin cuci sampai membilas pakaian, dan seperti biasanya kedua adiknya juga mau ikut. Oke, kita mencuci ramai-ramai, kebetulan belum ada yang mandi.
Dan inilah nikmatnya punya banyak anak, rumah selalu ramai. hehe

Dan Anak ke empat saya, yang berusia 3 bulan, masih tertidur dengan nyenyak. Sudah biasa dengan suara gaduh.

Dan Mencuci pakaian akan menjadi Pelatihan kemandirian kakak berikutnya.

Hari ini lupa ambil foto saat mencuci, ini karena serius mencuci dan bahagia bersama mereka, foto saat kakak salsa memungut sampah saja yang ada.


#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional







Melatih Kemandirian Anak _Day 4

Hari ke 4 Melatih kemandirian Anak, Kemarin dan hari ini, Kakak salsa mulai sibuk dengan sikat-sikat kamar mandi sebelum mandi, jadi kakak salsa bisa sampai 1 jam didalam kamar mandi. Tak apalah yang penting dia bahagia. 

Tapi yang jadi masalah adik-adiknya juga berkeinginan untuk ikut menyikat lantai, mereka selalunya begitu, apapun yang dikerjakan kakaknya, maka mereka juga harus mencoba melakukan hal yang sama, dan akhirnya jadi ribut lah mereka, dan hal seperti ini bisa terjadi berkali-kali setiap harinya.

dan kali ini, cara menyelesaikan keributan mereka, kakak salsa harus berhenti menyikat lantai, lalu melanjutkan mandinya. 

dan akhirnya adik-adiknya pun pergi dan berhenti merengek untuk masuk ke kamar mandi.

Selalu dibutuhkan kesabaran untuk menghadapi tingkah laku mereka bertiga, berusaha agar tetap waras agar perkataan dan intonasi tetap terjaga. Tarik nafas panjang, lalu hembuskan pelan-pelan, " Mereka masih anak-anak, masih belajar ". kataku selalu dan berkali-kali setiap harinya.

dan hari ke empat ini, tidak ada foto keseharian mereka.

#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional










Saturday, 6 October 2018

Melatih Kemandirian Anak_Day 3

Di hari ketiga melatih kemandirian anak ini, Alhamdulillah, Kakak Salsa mengerjakan tugasnya tanpa ada drama, membersihkan meja makan dan cuci piring dilakukannya dengan senang hati tanpa merasa terganggu dengan kehadiran adik-adiknya. Mereka juga sibuk dengan tugas mereka masing-masing, adik afif menyiram tanaman dan aisyah sibuk mengumpulkan mainannya ke dalam keranjang.

Begitulah kesibukan mereka di pagi hari, semuanya sibuk dengan tugas masing-masing yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Tugas Kakak Salsa juga memakaikan baju ke adiknya Aisyah setelah mandi, karena Aisyah belum bisa memakai baju sendiri. 

Berbicara soal mandi, jadwal mandi mereka hampir bersamaan, Pagi ini Adik Afif dan aisyah dulu yang mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian, barulah giliran  kakak salsa mandi.

Tapi sebelum kakak salsa mandi, saya menyikat lantai kamar mandi, lalu kakak salsa datang dan berkata " Ibu, saya saja yang sikat lantai".

" Boleh, ini sikatnya."

Kakak Salsa dengan serius menyikat lantai kamar mandi, dan akhirnya saya berfikiran untuk menjadikan ini sebagai latihan kemandirian berikutnya.

" Kakak Salsa, besok kalau mau mandi, lantai kamar mandinya di sikat-sikat dulu ya nak, biar lantainya bersih dan  tidak licin."

" Setiap mau ki mandi Ibu ?"

" Iye, nak kalau bisa setiap kali mandi ki, Oke ".

" Iye ".

Jawabnya serius sambil menyikat lantai kamar mandi. Sikat kamar mandinya belum bersih sih, tapi yang terpenting ia mau melakukannya dengan senang hati. :)

#Harike3
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional





Friday, 5 October 2018

Melatih Kemandirian Anak_Day 2

Hari ini adalah hari ke 2 pelatihan kemandirian untuk anak pertama saya, yaitu latihan membersihkan meja makan  dan mencuci piring setelah makan. Hari pertama latihan, Alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada kata mengeluh.

Tetapi di hari ke 2 ini, Ia ternyata mulai mengeluh dan tidak mau mengerjakan pelatihan kemandirian yang sudah kita sepakati bersama, alasannya karena ingin bermain bersama adik dan temannya.Ini salah satu tantangan ketika melatih kemandirian ke anak, terkadang anak-anak suka cepat bosan dengan pekerjaan yang dilakukan berulang terus setiap harinya.

saya berusaha agar ia mengerti bahwa pekerjaan membersihkan meja dan mencuci piring saat ini adalah Tugas dan kewajibannya yang sudah kita sepakati sebelumnya.

" Oke, Kakak Salsa boleh main, tapi harus ingat dengan tugas dan tanggung jawab ta nak, Silahkan kakak main, Ibu tidak melarang, Kakak salsa mau main kan ?"

" Iye" jawabnya singkat.

" Mau main sekarang atau kerjakan tugas ta dulu ? "

" Mau main" katanya

" Oke, setelah main baru kerjakan tugasnya ya "

" Iye ibu, Sebentar ji ka main.

Setelah beberapa saat bermain bersama teman dan adiknya, ia ke dapur dan mengumpulkan piring dan gelas kotor untuk di cuci. 

" Kenapa sebentar sekali ki main nak ? 

" Mau ka cuci piring dulu "

" Iye, bagus kalau kerja dulu tugas ta baru main nak, bisa ki lama-lama main nanti lagi sama teman ta."

Tiba-tiba anak saya yang kedua dan ketiga datang, mau cuci piring juga katanya, dan akhirnya terjadilah perdebatan antara mereka bertiga, mulai terdengar suara teriakan, gaduh dan rusuh. Awalanya saya biarkan saja mereka berdebat, membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. tapi sepertinya tidak ada yang mau mengalah. Kakak yang tidak ingin ditemani mengerjakan tugasnya, sementara kedua adiknya juga ingin ikut mencuci piring.

Jadi saya panggillah mereka berdua, saya mengarahkan mereka dengan pekerjaan yang lain.
Anak kedua saya yang berusia 3 tahun 10 bulan saya arahkan untuk mengerjakan tugas lain yaitu menyimpan piring yang bersih ke tempatnya, dan anak ketiga saya yang berusia 2 tahun 10 bulan saya ajak untuk membereskan mainannya.

Karena kerusuhan seperti inilah yang akhirnya saya fokus melatih kemandirian ke anak pertama saya.
anak kedua dan ketiga saya, sangat suka mengikuti apapun yang dilakukan oleh kakaknya. kakaknya mau mandi mereka pun mau ikut mandi, kakaknya membereskan mainan, adik-adiknya pun ikut membereskan mainan.
kalau kakaknya mendapatkan tugas maka adik-adiknya wajib juga diberi Tugas, biar tidak terjadi kerusuhan.

Inilah salah satu nikmat mempunyai banyak anak.
anak-anak bisa jadi partner beres-beres rumah. hehehe

#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional









Thursday, 4 October 2018

Melatih Kemandirian Anak _ Day 1

Di game level 2 kelas bunda sayang ini adalah tentang melatih kemandirian anak-anak, ditantangan ini saya fokus ke anak pertama saya yang berusia 5 tahun 6 bulan. Anak saya yang pertama ini saya rasa sdh cukup mandiri untuk seusiannya.Bahkan sudah sangat membantu saya dalam menjaga ketiga adiknya, memandikan adiknya, memakaikan pakaian adiknya setelah mandi, membersihkan mainan setelah bermain, menyapu, menyiram tanaman, dan melipat pakaian. Semuanya dilakukan karena memang ia suka mengerjakan hal  seperti itu. 

Tapi dalam tantangan kali ini, ada beberapa latihan kemandirian yang ingin saya terapkan ke anak saya yang pertama, Yaitu membersihkan meja makan setelah makan dan mencuci piring. Awalnya saya mengajaknya untuk cuci piring bersama, " Salsa cuci piring sama Ibu ya ?". "Iye". Jawbanya, " Tapi meja makannya dibersihkan dulu, setelah itu piring-piring kotornya diangkat ke tempat cuci piring ya nak."

Alhamdulilillah Kakak salsa malah bahagia bersih-bersih meja makan dan mencuci piring. Setelah cucian piring selesai saya memberinya pujian karena sudah mau membantu saya cuci piring.
" Terima kasih nak sudah bantu Ibu cuci piring, besok kakak salsa tugasnya cuci piring ya nak, setelah makan, meja dibersihkan setelah itu cuci piring. Okey..! 
"Iye", jawabnya singkat.

Semoga Kakak Salsa bisa selalu bahagia untuk setiap latihan kemadirian yang akan diberikan tanpa merasa ini adalah beban baginya.

#harike1
#tantangan10hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional




Thursday, 27 September 2018

Aliran rasa

Aliran rasa komunikasi produktif

Setelah menjalani tantangan komunikasi produktif banyak sekali perubahan yang terjadi di keluarga kecil kami, terutama cara berkomunikasi ke anak-anak dan suami. 

Bersyukur awal materi di kelas IIP adalah komunikasi produktif, terus terang materi dan tantangan 10 day  ini membuat saya menjadi percaya diri menjadi seorang ibu yang terus belajar, belajar mencari tahu letak kesalahan saya berkomunikasi ke anak-anak, dan belajar bagaimana cara memperbaikinya. 
Dan hal ini membuat saya semakin optimis untuk terus melakukan perubahan komunikasi ke anak-anak.

Apa yang saya lakukan dalam Tantangan 10 day mungkin belum maksimal, masih banyak drama setiap harinya, apalagi saya harus berusaha menerapkan ke ketiga anak saya yang masih balita dan masing-masing ingin di beri perhatian yang lebih. Awalnya memang terasa sulit untuk menerapkan komunikasi yang produktif, tapi setelah beberapa hari menjalani tantangan ini, rasanya anak-anak lebih tenang dan dramanya berkurang. 

Dan pelajaran penting bagi saya, komunikasi bukan hanya soal bicara semata, tapi juga bagaimana  menggunakan perasaan dalam berbicara.


Saturday, 15 September 2018

Mengubah Nasehat menjadi Refleksi Pengalaman

Mengubah Nasehat menjadi Refleksi Pengalaman

Terdengar suara kakak salsa menangis dari ruang tamu, sepertinya lagi mencari-cari sesuatu.

" Kenapa nak ?" Tanyaku heran
" Mana ini mainan ku ibu." Sambil memperlihatkan puzzle nya.
" Memangnya simpan dimana ki ?" Simpan baik-baik ki mainan ta kalau sudah main, biar tidak capek ki cari lagi." Kataku menghakimi.

Mendengar perkataanku kakak malah bertambah sedih dan suaranya tangisannya semakin keras.

Sepertinya saya salah, dan malah mengatakan sesuatu yang membuatnya bertambah sedih. Jadi Ingat dengan materi komunikasi produktif, " Mengganti nasehat dengan refleksi pengalaman". Dan mulai mencobanya.

" Ibu juga dulu sering kehilangan mainan nak, rasanya sedih sekali, makanya Ibu sekarang suka menyimpan kembali mainan ketempatnya, biar mainannya tidak susah di cari."

Setelah berkata seperti itu kakak berhenti menangis, amazing..hehe

Lalu kakak pergi mengambil sesuatu.
" Ibu, mainan ku simpan di sini ya, supaya tidak hilang-hilang lagi."

" Iye nak boleh, simpan mi puzzle ta disitu, jadi tidak terhambur lagi."

Dan akhirnya puzzle kakak punya tempat baru. :)

#gamelevel1
#day10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional



Menunjukkan Rasa Empati Ke Anak

Menunjukkan Rasa Empati ke Anak.

Siang ini seperti biasanya waktunya anak-anak tidur siang. Tapi mereka masih sibuk dengan permainan.

" Ayo, tidur siang nak ".

" Sebentar ibu. " kata ade' Rafif

" oh iye, main sebentar saja, terus bobo siang ya.".

Setelah beberapa menit kemudian, saya mengajak mereka kembali untuk tidur siang.

" Ayo, kumpul mainannya, setelah itu bobo ki.

Kakak dan adik aisyah pun mulai mengumpulkan mainannya ke dalam box tempat mainan. Tapi ade' rafif marah dan berteriak.

" Jangan Kumpul, masih mau ka main". Katanya teriak dan mulai menangis.

" Mau ade' rafif yang kumpul mainannya atau Ibu yg kumpulkan terus Ibu simpan di atas lemari ?" Masih dengan intonasi suara seperti biasa, tanpa bentakan.

" Capek ka Ibu..". Katanya teriak mengeluh dan menangis.

" Ya sudah kalau capek, ade' afif pergi bobo di kamar, biar ibu sama kakak salsa dan ade aisyah yang rapikan mainannya." Kataku mulai jengkel dan dengan suara yang sedikit keras.

" Capek ka Ibu, jangan ki kumpul mainan ku."

" Capek kenapa ? Sudah kerja apa ? Kataku dengan suara yang sedikit keras dan membentak. Dan ia hanya menangis dengan suara keras.

" Ibuuu... Sayang...". Katanya minta di peluk. Dan saya masih sibuk merapikan mainan.

" Ibuu.. Sayaang.." Merengek minta dipeluk. Anak-anak saya memang selalu minta di sayang ( dipeluk ) ketika saya marah.

Saya perhatikan dia yang menangis. " Ya Allah sepertinya saya salah ", diam sejenak beristigfar. Lalu saya peluklah ia, mencoba untuk berkomunikasi yang produktif.

" kenapa ki nak ? Capek kah ade' Rafif ?" Kataku sambil mengusap usap punggungnya.

" Iye, bu capek ka." Katanya

" Kalau capek istirahat ki main nak, bobo siang ki dulu,   baru main lagi."
Biar Ibu yang rapikan mainan ta.
Mau ki kah bantu Ibu dulu rapikan mainan ta ?"

" Iye, sama-sama ki kumpul i".

Bahagia dengan jawabannya, mencoba komunikasi produktif dan menunjukkan empati ke anak, rasanya benar-benar luar biasa. Walaupun tadi sempat marah dan membentak. 

Dan akhirnya ade' afif ke kamar untuk tidur siang. Saya temani dia dan ingin segera meminta maaf kepadanya.

" bobo mi nak, capek ki itu main. Minta maaf Ibu nak, tadi marahi ade' afif. Besok besok kalau bicara ki pelan pelan saja suara ta nak, tidak boleh teriak-teriak lagi.

" Iye ibu." Katanya.

Dan ia pun tertidur.

#gamelevel1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional