Saturday, 15 September 2018

Menunjukkan Rasa Empati Ke Anak

Menunjukkan Rasa Empati ke Anak.

Siang ini seperti biasanya waktunya anak-anak tidur siang. Tapi mereka masih sibuk dengan permainan.

" Ayo, tidur siang nak ".

" Sebentar ibu. " kata ade' Rafif

" oh iye, main sebentar saja, terus bobo siang ya.".

Setelah beberapa menit kemudian, saya mengajak mereka kembali untuk tidur siang.

" Ayo, kumpul mainannya, setelah itu bobo ki.

Kakak dan adik aisyah pun mulai mengumpulkan mainannya ke dalam box tempat mainan. Tapi ade' rafif marah dan berteriak.

" Jangan Kumpul, masih mau ka main". Katanya teriak dan mulai menangis.

" Mau ade' rafif yang kumpul mainannya atau Ibu yg kumpulkan terus Ibu simpan di atas lemari ?" Masih dengan intonasi suara seperti biasa, tanpa bentakan.

" Capek ka Ibu..". Katanya teriak mengeluh dan menangis.

" Ya sudah kalau capek, ade' afif pergi bobo di kamar, biar ibu sama kakak salsa dan ade aisyah yang rapikan mainannya." Kataku mulai jengkel dan dengan suara yang sedikit keras.

" Capek ka Ibu, jangan ki kumpul mainan ku."

" Capek kenapa ? Sudah kerja apa ? Kataku dengan suara yang sedikit keras dan membentak. Dan ia hanya menangis dengan suara keras.

" Ibuuu... Sayang...". Katanya minta di peluk. Dan saya masih sibuk merapikan mainan.

" Ibuu.. Sayaang.." Merengek minta dipeluk. Anak-anak saya memang selalu minta di sayang ( dipeluk ) ketika saya marah.

Saya perhatikan dia yang menangis. " Ya Allah sepertinya saya salah ", diam sejenak beristigfar. Lalu saya peluklah ia, mencoba untuk berkomunikasi yang produktif.

" kenapa ki nak ? Capek kah ade' Rafif ?" Kataku sambil mengusap usap punggungnya.

" Iye, bu capek ka." Katanya

" Kalau capek istirahat ki main nak, bobo siang ki dulu,   baru main lagi."
Biar Ibu yang rapikan mainan ta.
Mau ki kah bantu Ibu dulu rapikan mainan ta ?"

" Iye, sama-sama ki kumpul i".

Bahagia dengan jawabannya, mencoba komunikasi produktif dan menunjukkan empati ke anak, rasanya benar-benar luar biasa. Walaupun tadi sempat marah dan membentak. 

Dan akhirnya ade' afif ke kamar untuk tidur siang. Saya temani dia dan ingin segera meminta maaf kepadanya.

" bobo mi nak, capek ki itu main. Minta maaf Ibu nak, tadi marahi ade' afif. Besok besok kalau bicara ki pelan pelan saja suara ta nak, tidak boleh teriak-teriak lagi.

" Iye ibu." Katanya.

Dan ia pun tertidur.

#gamelevel1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional









0 comments:

Post a Comment